Dukung Kemandirian Benih, BRMP Kepri Percepat Persiapan Budidaya Bawang Merah
Tanjungpinang – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau terus mempercepat berbagai tahapan persiapan budidaya dalam rangka mendukung program pengembangan benih sumber bawang merah spesifik lokasi di Kota Tanjungpinang.
Kegiatan pengembangan benih sumber bawang merah ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Maju Jaya, Kota Tanjungpinang, dengan petani kooperator Eko Susanto dan Nober Lumbantobing sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Hingga awal Juni 2026, kegiatan telah memasuki tahap pemberian pupuk dasar. Tahapan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan budidaya yang telah dilaksanakan secara bertahap, mulai dari pengujian tanah untuk mengetahui kondisi kesuburan lahan, penetapan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL), penyiapan lahan, hingga aplikasi dolomit guna memperbaiki tingkat keasaman tanah.
Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan benih sumber bawang merah yang berkualitas dan sesuai dengan kondisi agroekosistem lokal Kepulauan Riau. Pengembangan benih spesifik lokasi diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan benih bermutu di tingkat petani, mengurangi ketergantungan pada pasokan benih dari luar daerah, serta mendukung peningkatan produktivitas bawang merah secara berkelanjutan.
Pemberian pupuk dasar dilakukan berdasarkan hasil analisis tanah sehingga kebutuhan unsur hara dapat disesuaikan dengan kondisi lahan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menciptakan pertumbuhan tanaman yang optimal sejak awal penanaman serta mendukung keberhasilan program pengembangan benih sumber.
Melalui kegiatan ini, BRMP Kepulauan Riau berkomitmen memperkuat sistem perbenihan daerah dan mempercepat terwujudnya kemandirian benih bawang merah di Kepulauan Riau. Sinergi antara BRMP Kepri, Kelompok Tani Maju Jaya, serta para petani kooperator diharapkan dapat menghasilkan benih unggul yang adaptif terhadap kondisi lokal dan mampu mendukung peningkatan produksi hortikultura di daerah.
Program ini juga menjadi salah satu bentuk penerapan inovasi dan modernisasi pertanian yang berorientasi pada peningkatan daya saing serta kesejahteraan petani melalui penyediaan benih bermutu secara berkelanjutan.